Prinsip Kerja Sistem Pengereman Hidrolik Kendaraan
22 Jul 2024
1 menit baca
286
Sistem rem adalah fitur keselamatan paling penting pada kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan laju kendaraan sepenuhnya. Sebagian besar kendaraan modern menggunakan sistem pengereman berbasis hidrolik (cairan). Sistem ini bekerja berdasarkan Hukum Pascal, yang menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada cairan di dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama. Ketika pengemudi menginjak pedal rem atau menarik tuas rem, gerakan mekanis tersebut akan mendorong piston di dalam master silinder. Dorongan ini menekan cairan minyak rem melalui pipa-pipa hidrolik menuju ke kaliper rem di setiap roda. Di dalam kaliper, tekanan minyak rem mendorong piston kaliper untuk menjepit piringan cakram (disc brake) atau menekan kampas rem tromol (drum brake). Gesekan yang terjadi antara kampas rem yang diam dengan cakram atau tromol yang berputar inilah yang menghasilkan daya pengereman. Tugas utama mekanik dalam perawatan rem meliputi pemeriksaan ketebalan kampas, pembersihan debu sisa gesekan, penggantian minyak rem secara berkala, serta melakukan proses bleeding (membuang angin palsu) jika ada udara yang terjebak di dalam sistem hidrolik.