Dalam dunia mekanik modern, kerusakan pada sirkuit kelistrikan tidak bisa ditebak hanya dengan mengandalkan indera penglihatan. Diperlukan alat bantu khusus bernama multimeter atau AVOMeter (Ampere, Volt, Ohm Meter) untuk melakukan diagnosis yang presisi. Mengenal fungsi dan cara kalibrasi multimeter merupakan materi fundamental dalam basic mechanic course untuk topik kelistrikan. Alat ini tersedia dalam dua varian, yaitu multimeter analog (menggunakan jarum penunjuk) dan digital (menampilkan angka langsung pada layar). Mekanik menggunakan fungsi Voltmeter untuk mengukur tegangan aki atau mengecek drop tegangan pada jalur kabel bodi. Fungsi Ohmmeter digunakan untuk mengukur nilai hambatan (resistansi) pada komponen seperti koil pengapian atau sensor-sensor mesin, sekaligus untuk mengetes kontinuitas kabel (apakah kabel putus di tengah jalan atau tidak). Sedangkan fungsi Amperemeter digunakan untuk mengukur seberapa besar arus listrik yang mengalir pada sirkuit guna mendeteksi adanya kebocoran arus (parasitic draw) yang sering membuat aki mobil mendadak tekor saat ditinggal semalaman.