Pengenalan Dasar Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)
01 Jul 2024
1 menit baca
525
Setelah menguasai karburator, kurikulum basic mechanic course akan membawa Anda naik kelas untuk mempelajari teknologi modern, yaitu Sistem EFI (Electronic Fuel Injection). Berbeda dengan karburator yang bekerja secara mekanis konvensional berdasarkan kevacuman udara, sistem EFI mengandalkan kontrol elektronik yang jauh lebih presisi untuk menyemprotkan bahan bakar. Otak dari sistem ini adalah ECU (Electronic Control Unit) atau komputer mesin. ECU bekerja dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sensor yang tersebar di mesin, seperti Sensor Suhu Udara (IAT), Sensor Tekanan Udara (MAP), Sensor Posisi Throttle (TPS), dan Sensor Suhu Air Pendingin (ECT). Berdasarkan data dari sensor-sensor tersebut, ECU menghitung jumlah bensin yang ideal secara real-time dan memerintahkan komponen aktuator bernama injector untuk menyemprotkan bensin dalam durasi waktu tertentu. Hasilnya adalah efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik serta emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan. Bagi mekanik masa kini, keahlian mendiagnosis sistem EFI menggunakan alat pemindai khusus seperti engine scanner atau OBD-II reader adalah sebuah kewajiban mutlak untuk mencari kode kerusakan (DTC).