Seiring dengan meningkatnya jam operasional kerja unit alat berat (hour meter), performa mesin diesel penumpu utama pasti akan mengalami penurunan alami akibat keausan komponen internal yang masif. Ketika mesin mulai menunjukkan gejala penurunan tenaga yang drastis (low power), konsumsi oli mesin menjadi boros, serta munculnya asap tebal dari knalpot, maka tindakan pembongkaran total dan pembangunan ulang mesin atau engine overhaul menjadi keputusan teknis yang tidak dapat dihindari lagi.
Tahapan Pembongkaran Pembersihan dan Pengukuran Presisi
Proses overhaul diawali dengan menurunkan mesin dari sasis unit (engine drom-out) untuk dibawa ke dalam ruangan khusus yang bersih (clean room) di workshop pertambangan. Seluruh komponen kemudian dibongkar secara sistematis dan dibersihkan dari kerak sisa pembakaran menggunakan cairan kimia khusus. Langkah paling krusial selanjutnya adalah melakukan pengukuran presisi menggunakan mikrometer terhadap diameter silinder liner, keausan poros engkol (crankshaft), serta kelurusan kepala silinder untuk menentukan komponen mana yang harus diganti baru.
Pengujian Pasca-Overhaul Menggunakan Mesin Dynotest
Setelah seluruh komponen baru seperti piston, ring piston, bearing, dan seal dipasang kembali sesuai dengan standar torsi spesifikasi pabrikan, mesin tidak boleh langsung dipasang ke unit untuk bekerja berat. Mesin harus melewati tahapan pengujian performa terlebih dahulu menggunakan fasilitas Dynotest (Dynamometer) untuk mengukur keluaran tenaga kuda (horsepower) dan torsi maksimum, serta memastikan tidak ada kebocoran oli atau air sebelum mesin siap dikembalikan ke lapangan.