Baterai atau aki (accumulator) adalah jantung dari sistem kelistrikan kendaraan yang berfungsi sebagai penyimpan energi listrik sementara. Aki bertugas menyuplai arus listrik dalam jumlah besar ke motor starter untuk menghidupkan mesin pertama kali, serta menstabilkan tegangan sirkuit saat mesin hidup. Ada dua jenis aki yang umum digunakan, yaitu aki basah (konvensional yang membutuhkan pengisian air aki) dan aki kering (Maintenance Free/MF). Dalam modul perawatan berkala, mekanik wajib memeriksa kondisi fisik aki dari keretakan, kebocoran, atau adanya korosi jamur berwarna putih pada terminal aki yang dapat menghambat aliran arus listrik. Untuk aki basah, pemeriksaan tinggi permukaan air aki dan pengukuran berat jenis cairan elektrolit menggunakan alat bernama hydrometer sangat penting dilakukan untuk mengetahui kapasitas setrum aki. Jika berat jenis berada di bawah batas normal, aki perlu di-charge ulang. Selain itu, pengecekan sistem pengisian kendaraan (alternator) juga harus dilakukan menggunakan voltmeter untuk memastikan tegangan pengisian berada di angka ideal (sekitar 13.5 hingga 14.5 Volt) agar aki tidak cepat tekor atau overcharge.